Caraampuh untuk belajar tajwid adalah dengan menganalisa ayat-ayat pada Al-Qur’an untuk dicari hukum tajwid yang tersurat pada setiap huruf dan harokat yang ada. Di dalam Surat al-Hujurat ayat 12 dijelaskan, perilaku menggunjing sama halnya memakan daging saudaranya sendiri. Allah selalu membuka pintu taubat dan pintu kasih sayang bagi hamba
yosobat blogger, kali ini aku mau kasih ilmu tentang hukum bacaan/tajwid surat al anfal ayat 72, dan surat al hujurat ayat 10 & 12. yosh.. kita mulai saja pembahasannya. pertama yang kita bahas adalah surat al anfal ayat 72, yuk kita lihat tabel bacaan dan hukum bacaan surat al anfal ayat 72 berikut.
SuratAl Hujurat ayat 12 dan 13 isi kandungan latin arti perkata. The Prohibition of making a Decision in advance of Allah and His Messenger. Baca ayat Al-Quran Tafsir Hadits dan Konten Islami Bahasa Indonesia Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan purba-sangka kecurigaan karena sebagian dari purba-sangka itu dosa.
BacaanSurah Az Zalzalah Ayat 1-8 Arab, Latin, dan Artinya. Ini adalah surah yang ke-99, terdiri dari 8 ayat, terdapat pada juz ke-30 atau Juz ‘Amma dan termasuk kedalam golongan surah Madaniyyah karena turun di kota Madinah. Surah ini berisi diturunkan setelah surah An Nisa. Keutamaan Surah Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bahwasanya ada
SurahAl-Fil adalah surah ke-105 dalam al-Qur'an dan terdiri atas 5 ayat. Surah ini tergolong pada surah Makkiyah.Nama Al Fiil sendiri berarti Gajah yang diambil dari ayat pertama dari surat ini. Topik surat ini adalah kisah gagalnya usaha penghancuran Ka'bah oleh Abrahah (raja yaman) dan 60.000 tentaranya, dalam tentara tersebut termasuk diantaranya 13 gajah (atau 9 dalam
Al Qur’an surah al- Hujurat 49: 10 menjelaskan bahwa sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, oleh karena itu pereratlah tali persaudaraan. Rasulullah saw bersabda: Artinya: “Dari Abi Musa ra. dia berkata, Rasulullah SAW. bersabda, Orang mukmin yang satu dengan yang lain bagai satu bangunan yang bagian-bagiannya saling mengokohkan.
MengartikanQ.S. Al-Hujurat /49: 12 -Arti Mufradat (kosa kata/kalimat) Lafal Arti Lafal Arti. wahai . orang-orang satu sama lain. yang beriman apakah kamu . suka. jauhilah kalian salah seorang Al-Isra’ 17 ayat 32 Arti Perkata dan Terjemah Al-Isra’ 17 ayat 32 Arti Perkata dan Terjemah QS.An-Nur 24 ayat 2 QS.
ZKj21. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID 5_QHIzU7Q1kBxyZcox8ThjtgCeelJ706PYEjay4ehi4C_FNfb9pNxA==
arti perkata surat al hujurat ayat 12 jawaban Pembahasan Berikut terjemahan surah al hujurat ayat 12 untuk potongan ayatnya Pada يَا أَيُّهَا artinya adalah Hai Pada الَّذِينَ artinya adalah orang-orang Pada آمَنُوا artinya adalah yang beriman, Pada اجْتَنِبُوا artinya adalah jauhilah Pada كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ artinya adalah kebanyakan purba-sangka kecurigaan, Pada إِنَّ artinya adalah karena Pada بَعْضَ الظَّنِّ artinya adalah sebagian dari purba-sangka Pada إِثْمٌ ۖ artinya adalah itu dosa. Pada وَلَا تَجَسَّسُوا artinya adalah Dan janganlah mencari-cari keburukan orang Pada وَلَا يَغْتَبْ artinya adalah dan janganlah menggunjingkan Pada بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ artinya adalah satu sama lain. Pada أَيُحِبُّ artinya adalah Adakah yang suka Pada أَحَدُكُمْ artinya adalah seorang diantara kamu Pada أَنْ يَأْكُلَ artinya adalah memakan Pada لَحْمَ أَخِيهِ artinya adalah daging saudaranya Pada مَيْتًا artinya adalah yang sudah mati Pada فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ artinya adalah Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Pada وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ artinya adalah Dan bertakwalah kepada Allah. Pada إِنَّ اللَّهَ artinya adalah Sesungguhnya Allah Pada تَوَّابٌ رَحِيمٌ artinya adalah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
Surat Al Hujurat ayat 12 adalah salah satu ayat tentang prasangka baik dan etika persaudaraan. Berikut ini arti, tafsir dan kandungan Al Hujurat 12. Sebagaimana Surat Al Hujurat secara keseluruhan, ayat 12 ini juga tergolong madaniyah. Yakni turun sesudah Rasulullah hijrah ke Madinah, tepatnya tahun 9 hijrah. Al Hujurat الحجرات yang menjadi nama surat ini diambil dari ayat 4. Arti al hujurat adalah kamar-kamar. Yakni kamar-kamar tempat kediaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersama istri-istri beliau. Surat Al Hujurat Ayat 12 Beserta ArtinyaTafsir Surat Al Hujurat Ayat 121. Jauhi Prasangka Buruk2. Jangan Memata-matai dan Mencari-cari Keburukan3. Jangan Ghibah4. Bertaqwalah kepada AllahKandungan Surat Al Hujurat Ayat 12 Surat Al Hujurat Ayat 12 Beserta Artinya Berikut ini Surat Al Hujurat Ayat 12 dalam tulisan Arab, tulisan Latin, dan artinya dalam bahasa Indonesia يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ Yaa ayyuhal ladziina aamanuj tanibuu katsiirom minadh dhonni inna ba’dlodh dhonni itsm. Walaa tajassasuu walaa yaghtab badlukum ba’dloo. Ayuhibbu ahadukum ay ya’kula lahma akhiihi maitan fakarihtumuuhu wattaqullooha innallooha tawwaabur rohiim ArtinyaHai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka kecurigaan, karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Baca juga Terjemah Per Kata Surat Al Hujurat Ayat 12 Tafsir Surat Al Hujurat ayat 12 ini kami sarikan dari Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Fi Zhilalil Quran, Tafsir Al Azhar, Tafsir Al Munir dan Tafsir Al Misbah. Harapannya, agar banyak faedah yang kaya khazanah tetapi tetap ringas. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka kecurigaan, karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” QS. Al Hujurat 12 1. Jauhi Prasangka Buruk Poin pertama dari Surat Al Hujurat ayat 12, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan orang beriman untuk menjauhi prasangka buruk. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka kecurigaan, karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. QS. Al Hujurat 12 Kata ijtanibuu إجتنبوا berasal dari kata janb جنب yang artinya adalah samping. Mengesampingkan sesuatu berarti menjauhkan dari jangkauan tangan. Penambahan huruf ta’ ت berfungsi penekanan sehingga artinya bersungguh-sungguhlah menjauhi. Kedua, kata katsiran كثيرا artinya adalah banyak, meskipun biasa diterjemahkan sebagai kebanyakan. Tiga dari sepuluh adalah banyak. Enam dari sepuluh adalah kebanyakan. Berikutnya, kata dhan ظن artinya adalah dugaan. Namun dalam ayat ini, dhan yang dilarang dan menjadi dosa adalah dugaan buruk. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, melalui Surat Al Hujurat ayat 12 ini, Allah melarang hamba-hambaNya yang beriman dari banyak berprasangka buruk. Yakni mencurigai orang lain dengan tuduhan buruk yang tidak berdasar. Karena sebagian dugaan itu adalah murni dosa, maka ia harus dijauhi sebagai tindakan preventif. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ “Janganlah kamu berprasangka buruk karena prasangka buruk itu berita yang paling dusta.” HR. Bukhari dan Muslim Umar bin Khattab radhiyallahu anhu mengatakan, “Jangan sekali-kali kamu memiliki prasangka terhadap suatu kalimat yang keluar dari lisan saudaramu melainkan kebaikan semata. Sedangkan kamu masih memiliki jalan untuk memahami kalimat itu dengan pemahaman yang baik.” 2. Jangan Memata-matai dan Mencari-cari Keburukan Poin kedua dari Surat Al Hujurat ayat 12, Allah melarang memata-matai dan mencari-cari keburukan orang lain. وَلَا تَجَسَّسُوا ..Dan janganlah mencari-cari keburukan orang.. QS. Al Hujurat 12 Kata tajassasuu تجسسوا berasal dari kata jassa جس, yaitu upaya mencari tahu dengan cara tersembunyi. Dari kata itu pula, mata-mata disebut jaasus جاسوس. Rasulullah bersabda dalam lanjutan hadits di atas إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَنَافَسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا “Janganlah kamu berprasangka buruk karena prasangka buruk itu berita yang paling dusta. Jangan mencari-cari kesalahan, jangan memata-matai, jangan saling menjatuhkan, jangan saling hasad, jangan saling membenci, jangan saling berbuat makar dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” HR. Bukhari dan Muslim Al Auza’i menjelaskan bahwa tajassus adalah mencari-cari kesalahan pihak lain. Sementara tahassus adalah mencari-cari berita suatu kaum, sedangkan yang bersangkutan tidak mau beritanya terdengar atau disadap. Sayyid Qutb menerangkan dalam Tafsir Fi Zilalil Quran, tajassus kadang-kadang merupakan kegiatan yang mengiringi dugaan dan kadang-kadang sebagai kegiatan awal untuk menyingkap aib dan mengetahui keburukan. Al Quran memberantas praktik yang hina ini dari segi akhlak guna membersihkan kalbu dari kecenderungan yang buruk itu, yang hendak mengungkap aib dan keburukan orang lain. Baca juga Surat Al Waqiah 3. Jangan Ghibah Poin ketiga dari Surat Al Hujurat ayat 12, Allah melarang ghibah. وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. QS. Al Hujurat 12 Kata yaghtab يغتب terambil dari kata ghiibah غيبة yang berasal dari kata ghaib غيب yaitu tidak hadir. Ghibah adalah membicarakan sesuatu tentang orang yang tidak hadir yang jika orang tersebut mengetahuinya maka dia tidak suka. Dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah menjelaskan tentang ghibah dalam sabda beliau ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ “kamu mengatakan tentang saudaramu hal-hal yang tidak disukainya” Ada sahabat yang bertanya, “bagaimana jika apa yang dikatakan itu memang fakta?” Beliau lantas menjawab إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ “Jika apa yang kamu katakan itu fakta, berarti kamu telah ghibah. Dan jika apa yang kamu katakan itu bukan fakta, berarti itu adalah fitnah.” Ghibah diibaratkan makan bangkai saudaranya. Yang pasti ia benci. Kata fakarihtumuuh فكرهتموه menggunakan fi’il madhi kata kerja lampau, menunjukkan bahwa perasaan jijik itu adalah sesuatu yang pasti dirasakan oleh semua orang. “Yakni sebagaimana kamu tidak menyukai hal itu secara naluri, maka bencilah perbuatan tersebut demi perintah syara’” tulis Ibnu Katsir ketika menafsirkan Surat Al Hujurat ayat 12 ini. “Karena sesungguhnya hukuman yang sebenarnya jauh lebih keras dari apa yang digambarkan.” Di masa Rasulullah, kadang bau busuk ghibah benar-benar tercium. Imam Ahmad meriwayatkan, ketika Jabir bin Abdullah dan sejumlah sahabat bersama Rasulullah, terciumlah bau bangkai yang sangat busuk. Maka Rasulullah bersabda أَتَدْرُونَ مَا هَذِهِ الرِّيحُ هَذِهِ رِيحُ الَّذِينَ يَغْتَابُونَ الْمُؤْمِنِينَ “Tahukah kalian, bau apakah ini? Ini adalah bau orang-orang yang suka menggunjing orang lain.” HR. Ahmad Dari jalur periwayatan yang lain dijelaskan bahwa bau busuk itu berasal dari orang munafik yang menggunjing kaum mukminin. Baca juga Asmaul Husna 4. Bertaqwalah kepada Allah وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” QS. Al Hujurat 12 Allah kembali mengingatkan agar orang-orang mukmin bertaqwa kepada Allah. Sebab dengan taqwa, seseorang akan terjaga dari buruk sangka, mencari keburukan orang lain dan ghibah. “Jika selama ini perangai yang buruk ini ada pada dirimu, mulai sekarang segeralah hentikan dan bertaubatlah dari kesalahan yang hina itu disertai penyesalan dan bertaubat,” kata Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar ketika menafsirkan Surat Al Hujurat ayat 12 ini. “Allah senantiasa membuka pintu kasih sayang-Nya, membuka pintu selebar-lebarnya menerima kedatangan para hamba-Nya yang ingin menukar perbuatan yang salah dengan perbuatan baik, kelakuan durjana dengan akhlak terpuji.” Kata attawwab أخويكم sering diartikan penerima taubat. Namun Imam Ghazali memaknainya lebih luas. At tawwab, menurut Al Ghazali, adalah Dia Allah yang kembali berkali-kali menunjukkan cara yang memudahkan hamba-Nya untuk bertaubat. Baca juga Isi Kandungan Surat Al Hujurat Ayat 12 Kandungan Surat Al Hujurat Ayat 12 Berikut ini adalah isi kandungan Surat Al Hujurat ayat 12 Allah memerintahkan orang-orang yang beriman untuk menjauhi prasangka buruk. Allah melarang memata-matai dan mencari-cari keburukan orang lain. Allah melarang ghibah. Bahkan menjelaskan ghibah laksana memakan bangkai saudaranya sendiri. Buruk sangka, memata-matai dan mencari-cari keburukan orang lain serta ghibah adalah haram serta menjadi perusak persatuan. Padahal orang-orang beriman itu bersaudara dan harus menjaga persatuan sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al Hujurat ayat 10. Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk bertaqwa. Jika orang beriman masih melakukan perbuatan buruk tersebut, hendaklah bertaubat dan bertaqwa. Dengan taqwa, terjagalah diri dari sifat-sifat buruk tersebut dan dengan taqwa Allah akan menerima taubatnya. Allah senantiasa membuka pintu taubat dan pintu kasih sayang bagi hamba-hamba-Nya yang bertaubat dan bertaqwa. Demikian Surat Al Hujurat ayat 12 mulai dari tulisan Arab dan latin, terjemah dalam bahasa Indonesia, tafsir dan isi kandungan maknanya. Semoga bermanfaat dan menghindarkan kita dari perbuatan buruk yang merusak persatuan Islam. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah] Tafsir berikutnya SURAT AL HUJURAT AYAT 13
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Teman-teman pembaca blog poskajian yang berbahagia. Berjumpa lagi kembali dengan kami. Kali ini kami hendak menuliskan arti per kata Al-Quran Surat Al-Hujurat ayat 12 secara lengkap. Mudah-mudahan nanti memberi manfaat yang arti per kata menjadi sesuatu yang penting untuk kita lakukan. Kalau biasanya kita menemui arti dari sebuah ayat secara keseluruhan atau terjemahannya maka untuk saat ini kita melihat arti per katanya. Mengenai segi manfaatnya tentu besar sekali. Dengan kita tahu mengenai arti per kata dari sebuah ayat Al-Quran maka kita menjadi lebih mudah untuk bisa memahaminya. Kemudahan dalam memahami sebuah ayat Al-Quran tentu menjadi sebuah keberuntungan yang besar. Baiklah, mari kita simak langsung arti per kata dari Surat Al-Hujurat ayat 12 berikut wahaiالَّذِيْنَartinya orang-orang yangاٰمَنُواartinya mereka berimanاجْتَنِبُوْاartinya kalian jauhilahكَثِيْرًاartinya banyakمِّنَartinya dariالظَّنِّۖartinya prasangka burukاِنَّartinya sesungguhnyaبَعْضَartinya sebagianالظَّنِّartinya prasangka buruk itu adalahاِثْمٌartinya dosaوَّلَاartinya dan janganlahتَجَسَّسُوْاartinya kalian memata-matai kekurangan orang lainوَلَاartinya dan janganlahيَغْتَبْartinya menggunjingkeburukanبَّعْضُكُمْartinya sebagian dari kalianبَعْضًاartinya terhadap sebagian yang lainاَيُحِبُّartinya apakah sukaاَحَدُكُمْartinya salah seorang di antara kalianاَنْartinya untukيَّأْكُلَartinya memakanلَحْمَartinya dagingاَخِيْهِartinya saudaranya sendiriمَيْتًاartinya yang mati/ bangkaiفَكَرِهْتُمُوْهُartinya tentu kalian merasa jijik kepadanyaوَاتَّقُواartinya dan bertakwa kalianاللّٰهَartinya kepada Allahاِنَّartinya sesungguhnyaاللّٰهَartinya Allahتَوَّابٌartinya Maha Penerima Tobatرَّحِيْمٌ﴿۱۶artinya Maha PenyayangDemikianlah arti atau terjemah per kata dari Surat Al-Hujurat ayat 12. Cukup lengkap dan akan membantu teman-teman pembaca sekalian. Mendapatkan kebaikan dari membaca Al-Quran menjadi harapan tiap insan yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta' dari membaca Al-Quran amatlah luar biasa besarnya. Tidak hanya dirasakan di dunia ini saja. Akan tetapi, di akhirat kelaklah yang sempurna akan diperoleh balasannya. Sampai di sini dulu semoga bermanfaat untuk semuanya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alquran. Foto dok. yang terdiri dari dari 114 surat ini mengandung beragam kisah Nabi serta perintah dan larangan Allah bagi tiap muslim. Hal ini sesuai dengan fungsi Alquran yakni sebagai pedoman hidup manusia. Dalam Alquran ini juga terdapat perintah tentang larangan berprasangka buruk dan bergunjing, seperti yang disebutkan dalam surat Al Hujurat ayat 12. Berikut ini arti surat Al Hujurat ayat 12 lengkap dengan hikmah yang dikandungnya untuk Anda Surat Al Hujurat Ayat 12 Tentang Prasangka ManusiaDalam hidup bersosial tentu kita tak dapat terlepas dari hubungan antar manusia lainnya. Maka dari itu, selama berhubungan dengan banyak orang kita mesti memahami bagaimana cara berlaku dan bertutur kata hingga mengatur perasaan dengan sesama manusia lainnya. Hal ini seperti yang disebutkan dalam Alquran surat Al Hujurat ayat surat tersebut kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk menghindari perbuatan-perbuatan buruk yang merugikan, seperti berprasangka kepada sesama manusia dan juga bergunjing tentang kerabat atau seseorang lainnya. Hal tersebut jelas disebutkan dalam firman Allah di surat Al Hujurat ayat 12 berikut iniيَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌArtinya Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka kecurigaan, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. QS. Al Hujurat 12Berdasarkan arti surat Al Hujurat ayat 12 tersebut kita dapat memahami bahwa Allah memerintahkan kita untuk menghindari memiliki prasangka buruk terhadap sesama manusia. Tak hanya itu, Allah juga melarang kita untuk bergunjing atau membicarakan tentang keburukan orang lain. Hal ini karena perbuatan-perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang buruk dan tidak seharusnya dimiliki umat Islam, bahkan jika kita melakukannya tentu akan diancam dosa yang serupa memakan daging saudaranya yang sudah menghindari hal tersebut kita perlu menanamkan husnudzon dalam diri kita. Dalam buku berjudul Jalan Menggapai Ridho Ilahi yang disusun oleh Abdul Aziz Ajhari dkk 2019226-227 menyebutkan bahwa husnudzon berarti persangkaan baik, sikap ini merujuk pada cara memandang sesuatu dengan pandangan positif, ramah, tidak perlu terus husnudzon, baik kepada Allah, diri sendiri atau bahkan kepada orang lain agar hidup kita tenang dan selalu diberikan keselamatan oleh Allah. Dengan memahami arti dan hikmah dari surat Al Hujurat ayat 12 tersebut semoga kita dapat memperbaiki diri sehingga bisa menjadi muslim yang lebih baik lagi. DA
arti al hujurat ayat 12 perkata